Arsip Blog

Memindahkan Akun Linux dan Samba ke Mesin Baru

Skenario:
Ada kebutuhan untuk mengganti sebuah server samba standalone yang berisi beberapa user account dan telah dimasukkan dalam beberapa group ke sebuah mesin baru.
Disini ada tuntutan untuk menjaga konsistensi ownership dari berkas-berkas file yang dimiliki user tersebut.

Langkah-langkah yang direncanakan:
1. Membackup akun user di Mesin Lama
File-file berikut inilah yang diperlukan dalam manajemen user di Linux
/etc/passwd – berisi bbrp informasi akun user
/etc/shadow – berisi informasi password yang terenkripsi
/etc/group – berisi definisi keanggotaan group dari user

berikut ini perintah yang dilakukan untuk di mesin lama yang akan dibackup, dengan asumsi dijalankan oleh user root:

mkdir ~/MOVE

buat direktori MOVE untuk menyimpan berkas-berkas data migrasi.

export UGIDLIMIT=500

Perintah diatas menentukan batas filter UID ke 500. Dalam keluarga RedHat/Centos/Fedora UID untuk normal user dimulai dari 500, untuk keluarga Debian/Ubuntu limitnya adalah 1000. Periksa dan sesuaikan dengan distro yang ada gunakan

awk -v LIMIT=$UGIDLIMIT -F: ‘($3>=LIMIT) && ($3!=65534)’ /etc/passwd > ~/MOVE/passwd.mig

Perintah diatas akan menyalin akun user dari /etc/passwd (mengesampingkan akun system)

awk -v LIMIT=$UGIDLIMIT -F: ‘($3>=LIMIT) && ($3!=65534)’ /etc/group > ~/MOVE/group.mig

Perintah di atas menyalin informasi group dari /etc/group file.

awk -v LIMIT=$UGIDLIMIT -F: ‘($3>=LIMIT) && ($3!=65534) {print $1}’ /etc/passwd | tee – |egrep -f – /etc/shadow > ~/MOVE/shadow.mig

Perintah di atas menyalin berkas /etc/shadow.

2. Migrasi Akun ke Mesin Baru
Setelah terinstal dengan OS baru, jangan buat user dahulu di mesin tersebut
Bawa semua berkas yang dibuat dalam direktori MOVE tadi ke mesin baru, dengan cara apapun (pakai usb, atau scp, dll)
misalnya dalam direktori MIGRASI

cd /PATH/TO/DIRECTORY
cat passwd.mig >> /etc/passwd
cat group.mig >> /etc/group
cat shadow.mig >> /etc/shadow

Perintah di atas akan menyalin informasi akun user ke mesin baru.

Selanjutnya tinggal rsync data di /home mesin lama ke mesin baru.

Mengapa Menggunakan Linux/FOSS?

1. Karena Saya Anti-mbayar.
Bukannya saya anti-microsoft – toh os windows dan program-program microsoft memang bagus2
Bukannya saya anti-pembajakan – koleksi mp3 saya jelas-jelas ilegal, progam-program windows saya juga kebanyakan bajakan.
Saya mendukung F/OSS -tapi bukan karena saya suka ngoprek-ngoprek Source Code yang babar blas saya gak mudeng.
Semata-mata karena saya miskin dan ada sedikit kesadaran untuk mengurangi pembajakan.

2. Karena Bosan dengan Windows
Meski juga belum ahli Windows, saya sudah bosan. Dan ketika menemukan sesuatu yang baru, tentu saja saya berpaling.
OS itu seperti bermain GAME,.. semakin gak bisa maka akan semakin penasaran untuk mencoba.
juga seperti WANITA… susah dimengerti tapi membuat ereksi.

3. Karena Kecanggihan dan Kehandalan Linux
Yang ini tidak diragukan lagi.
skalabilitas dari komputer jadul sampai multiprosesor, luar biasa stabil, desain dan keamanan multiuser, ribuan program dan tools untuk menjalankan pekerjaan, perkembangannya yang luar biasa cepat, dukungan network dan remote akses.
Ini penting, karena prinsip kerja seorang admin adalah “Kerja sesedikit mungkin, Syukur-syukur Otomatis”
Dan keunggulan linux bisa memenuhi itu.

4. Karena Tampak Keren
Nah inilah alasan utamanya.
Saya bukan orang pintar, kuliah saja lulus dengan predikat kemelut. Tapi saya tampak pintar sewaktu mengunakan linux.
Sering kali orang awam terbengong-bengong melihat layar monitor saya penuh dengan baris-baris tulisan yang bergerak sangat cepat. –padahal yang dilihat cuma access.log nya squid atau progres kompilasi yang saya sendiri juga gak ngerti–.
Jika nanti semua orang sudah menggunakan linux dan saya tidak keren lagi…. ya perlu cari alternative lagi

Laptop cat /proc/cpuinfo

Sewaktu menjalankan “cat /proc/cpuinfo” saya terheran-heran karena keluaran yang dihasilkan menunjukkan kecepatan yang bisa dibilang low speed dibandingkan dengan spesifikasinya.

Berikut keluaran “cat /proc/cpuinfo” di ThinkPad R51e

processor    : 0
vendor_id    : GenuineIntel
cpu family    : 6
model        : 13
model name    : Intel(R) Pentium(R) M processor 1.73GHz
stepping    : 8
cpu MHz        : 798.000
cache size    : 2048 KB
fdiv_bug    : no
hlt_bug        : no
f00f_bug    : no
coma_bug    : no
fpu        : yes
fpu_exception    : yes
cpuid level    : 2
wp        : yes
flags        : fpu vme de pse tsc msr pae mce cx8 apic sep mtrr pge mca cmov pat clflush dts acpi mmx fxsr sse sse2 ss tm pbe nx up bts est tm2
bogomips    : 1597.65
clflush size    : 64

Lah kok cpu MHz nya cuma 798, jauh bener dari 1.730 ? Apakah ini karena powernowd ?
Cari-mencari saya peroleh suatu skrip dari blog berikut,

#!/bin/sh
while true; do
true;
cat /proc/cpuinfo | grep "cpu MHz" | head -n1
done

saya simpan skrip tersebut sebagai bench.sh dan jalankan di terminal.
di ThinkPad R51e dengan Ubuntu Hardy Heron menghasilkan angka berikut :

$ ./bench.sh
cpu MHz        : 798.000
cpu MHz        : 798.000
cpu MHz        : 798.000
cpu MHz        : 798.000
cpu MHz        : 798.000
cpu MHz        : 1729.000
cpu MHz        : 1729.000
cpu MHz        : 1729.000
cpu MHz        : 1729.000
cpu MHz        : 1729.000

Oh ternyata cpu frekwensinya meningkat sejalan dengan pengunaannya

Pengguna Ubuntu terdaftar

Yaa. saya adalah pengguna ubuntu,
Dapat nomor cantik lagi di Ubuntu Counter

The Ubuntu Counter Project - user number # 24012

Ya memang agak ketinggalan sih setelah sekian lama baru terdaftar..

Firefox Rasa Chrome

Google Chrome memang mengharu biru di ranah perambah jejaring jagat jembar (world wide web browser maksudnya), cuma sayang baru tersedia versi untuk Windows.

Nah untuk pengguna firefox di linux yang mau ikut-ikutan euforia chrome tapi tidak ingin menginstall melalui wine, bisa ikut merasakan sensasi chrome dengan menggunakan tambahan Chromifox

Yaa setidaknya gak kalah gaul laahh..