Category Archives: LiNUX

Failed to run Bumblebee

I have the common issue. When I try to run something through optirun, I get the following:

[13395.278406] [ERROR]Cannot access secondary GPU - error: [XORG] (EE) intel(0): [drm] failed to set drm interface version: Permission denied [13].
[13395.278522] [ERROR]Aborting because fallback start is disabled.

Specification:

Ubuntu GNOME 14.04
NVIDIA Corporation GeForce GT 520M
Nvidia 331 driver

I've tried to reinstall nvidia and bumblebee packages, to remove something related with nvidia within /usr/share/X11/xorg.conf.d, uncomment BusID in the xorg.conf.nvidia file with no luck.

Until i found this workaround

I was having this problem too. For me, it was loading the default system config directory, see /var/log/Xorg.8.log:
3193.759 Using config file: "/etc/bumblebee/xorg.conf.nvidia"
3193.759 Using config directory: "/etc/bumblebee/xorg.conf.d"
3193.759 Using system config directory "/usr/share/X11/xorg.conf.d"

xorg.conf.d contains 20-intel.conf which contains the intel card definition. But it seems the order of loading these devices was messed up and xorg attempted to load the intel card first before the nvidia card. since intel is already used by display :0 it barfs with the drm error.

I got around this by appending "Screen" section to /etc/bumblebee/xorg.conf.nvidia and force it to use the "DiscreteNvidia" device as defined at the top of this config file:

Section "Screen"
Identifier "Default Screen"
Device "DiscreteNvidia"
EndSection

Iklan

Menambah Harddisk Pada LVM Linux

LVM (Logical Volume Manager) is a software which uses physical devices abstract as PVs (Physical Volumes) in storage pools called VG (Volume Group). Whereas physical volumes could be a partition, whole SATA hard drives grouped as JBOD (Just a Bunch ODisks), RAID systems, iSCSI, Fibre Channel, eSATA etc.– http://wiki.gentoo.org/wiki/LVM

Artinya kira2 LVM memungkinkan kita mempunyai virtual harddisk yang dibangun dari beberapa harddisk atau partisi, yang mempunyai fleksibilitas dalam pengelolaan partisi. Dan hebatnya kita bisa melakukan ini on the fly dalam keadaan sistem sedang berjalan kecuali pada saat pemasangan fisik harddisk.

Jadi ceritanya kita sudah kehabisan space di partisi /opt dan ingin menambah space dengan harddisk baru.

Image

Dan berikut ini proses-prosesnya

Read the rest of this entry

Berbagi Data dengan Menggunakan Python

Berbagi data di jaringan merupakan kegiatan yang jamak dilakukan. Ada banyak cara dan perangkat lunak yang bisa digunakan untuk sekedar berbagi data, misalnya dengan samba share atau dengan melalui webserver.
Jika kita tidak mau direpotkan untuk mengkonfigurasi samba atau menyediakan webserver yang kompleks semacam apache, maka kita bisa memanfaatkan Python.

Python dilengkapi dengan HTTP server sederhana, dan dengan bantuan HTTP server ini kita bisa menjadikan direktori manapun di system kita sebagai direktori webserver. Yang mana kemudian pengguna dapat mengakses berkas dalam direktori tersebut hanya melalui web browser. Dan semua itu dilakukan hanya dengan satu baris perintah sederhana saja.

Untuk mengaktifkan webserver dan berbagi berkas dalam direktori, masuk ke dalam direktori tersebut (dengan perintah cd) dan kemudiaan jalankan perintah python -­m SimpleHTTPServer portnya .

Jika dalam direktori tersebut terdapat berkas bernama index.html, maka berkas tersebut akan dipakai sebagai berkas awal. Jika tidak terdapat berkas index.html, maka berkas-berkas dalam direktori tersebut akan ditampilkan semua sebagai daftar.
Jadi berkas-berkas dalam direktori tersebut dapat diakses melalui jaringan dengan mengetikkan http://ip.address.mesin.kamu:port-number di browser. Setelah berbagi data selesai kita dapat mematikan layanan ini dengan menekan Ctrl + C.

Misalnya saya ingin berbagai file video di /home/ronald/Videos dan ip saya adalah 172.16.3.199

Buka terminal dan ketikkan:

$ cd Videos
$ python -m SimpleHTTPServer 7000

HTTP Server akan berjalan di port 7000, dan akan keluar tampilan sbb:

Serving HTTP on 0.0.0.0 port 7000 …

Selanjutnya buka web browser dan buka

http://172.16.3.199:7000
atau
http://localhost:7000

Note :
Saya bukan programmer python, dan saya mendapatkan trik ini dari http://www.linuxjournal.com/content/tech-tip-really-simple-http-server-python

Memperbaiki Pengaturan Brightness Yang Tidak Berfungsi

Sekian lama memakai Laptop Gateway NV49C32n dengan Ubuntu Oneiric terinstall, saya baru menyadari bahwa kekuatan cahaya pada layar tidak dapat diatur.
Ketika memencet tombol Fn+F11/F12 tampilan indicator brightness keluar tapi kekuatan cahaya tidak berubah sama sekali.

Setelah mencari inspirasi kesana-kemari saya mengikuti petunjuk dr kamalmostafa

PPA dari kamal mostafa tersebut memberikan patch untuk maverick dan natty, sedangkan kernel oneiric sudah dilengkapi dengan perbaikan tersebut. Tapi pengguna oneiric tetap harus menambahkan parameter boot “acpi_backlight=vendor”

Jadi kita edit /etc/default/grub
masukkan dalam baris berikut :

GRUB_CMDLINE_LINUX=”acpi_backlight=vendor”

restart, dan kontrol brighness berfungsi

Menetapkan Aplikasi Default di Oneiric

System Setting di Oneiric memang banyak berubah dibandingkan dengan rilis sebelumnya.
Ini menyebabkan pengaturan-pengaturan sederhana pun menjadi agak membingungkan.
Misalnya kita menginstall beberapa browser (Firefox, Chrome, Opera) dan ingin mengubah aplikasi browser standar sesuai dengan keinginan kita. Sama seperti halnya bagaimana kita memilih aplikasi untuk mail, musik, video, dan photo.

Pilih System Setting dari menu user di kanan atas

Pilih System Info :

Pilih Default Application, dan sesuaikan dengan keinginan :

Begitulah caranya hai tukang kayu