Papan Ketik

Ini mungkin benda yang paling banyak disentuh jemari anda sepanjang hari, selain si tetikus mungil tentunya.

Saya ingat dulu sewaktu SMP mengikuti pelajaran ketrampilan mengetik. Di kelas inilah pertamakalinya saya dikenalkan dengan teknik mengetik buta 10 jari. Jadi kita mengetik hanya melihat teks yang akan diketik alih-alih melihat ke tombol-tombol papan ketik. Dan tentu saja menggunakan ke sepuluh jari kita bukannya dengan 11 jari (jari telunjuk kanan dan kiri berdampingan).

Dulu mungkin saya tidak terlalu peduli bahwa ternyata tombol-tombol huruf di papan ketik ini tidak disusun berurutan menurut abjad. Dan sampai sekarang saya masih terkagum-kagum bagaimana tombol-tombol ini disusun begitu ergonomis sehingga jemari kedua tangan bisa silih berganti tanpa berbelit.
Entah bagaimana jadinya ketikan anda jika tombol tombol papan ketik anda diubah susunannya.

Susunan tombol yang disebut QWERTY ini ternyata diciptakan oleh Christoper Sholes sang pencipta mesin ketik. Terima kasih bapak atas temuannya.

Dan saya bertanya-tanya apa kata pertama yang diketikkan oleh si Christoper Sholes ini dulu..?

About Ronald Gautama

Abnormal Miscreated

Posted on Agustus 25, 2008, in Refleksi, Teknologi and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. nulise: TEST TEST SATU DUA SATU DUA,😛

    hawaryu mr dal?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: