Tiga Orang Bijak

Tiga orang bijak menempuh perjalanan jauh, sebab meskipun mereka itu dianggap bijak di negara sendiri, mereka cukup rendah hati untuk berharap, bahwa perjalanan akan memperluas pikiran mereka.

Mereka baru saja melangkah perbatasan masuk negara tetangga ketika merka melihat gedung cakar-langit di kejauhan. Apa kiranya benda dahsyat-hebat ini, mereka bertanya pada dirinya.
Jawaban tepat tentunya : Datang dan selidikilah benda itu apa. Tetapi tidak, mungkin itu terlalu berbahaya.

Seandainya itu sesuatu yang meletus kalau orang mendekat? Maka jauh lebih bijaksana menentukan dulu apa itu sebelum menyelidikinya. Berbagai pandangan diajukan, diuji dan, atas dasar pengalaman mereka yang sudah-sudah, ditolak.

Akhirnya diputuskan, juga atas dasar pengalaman masa silam, yang mereka miliki bertumpah-ruah, bahwa benda tersebut, entah apa jenisnya, itu hanya bisa ditempatkan di sana oleh kawanan raksasa.

Ini membawa mereka pada kesimpulan, bahwa lebih aman mereka menyingkiri tanah itu sama sekali, maka mereka pulang kembali setelah menambahkan sesuatu pada khasanah pengalaman mereka.

Pengandaian itu mempengaruhi Penelitian.
Penelitian menghasilkan Keyakinan.
Keyakinan menimbulkan Pengalaman.
Pengalaman membuahkan Tindakan,
yang, pada gilirannya, menguatkan pengandaian.

Dari “Doa Sang Katak” Antony De Mello

About Ronald Gautama

Abnormal Miscreated

Posted on Mei 3, 2007, in Guyonan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: